Pada minggu lalu, aku memutuskan untuk pergi ke sebuah negara bernama Narnia. Narnia bertempat di dalam lemari pakaian milik seorang profesor tua bernama Gregor Adamson. Aku bertemu dengannya kemarin dan ia membawakanku lemari itu dengan truk yang ia sewa. Ternyata truk itu dari TIKI.
Lalu, setelah aku masuk ke lemari tersebut, aku langsung disambut dengan pemandangan yang bagus seindah surga (di telapak kaki ibu). Tanah disana sangat enak untuk diinjak, karena teksturnya tidak terlalu lembut, namun juga tidak keras. Akupun memutuskan untuk pergi ke makam White Witch. Makam White Witch terletak di sebelah selatan Narnia, kalau kau sering membaca seri buku Narnia, pasti tahu nama negara Archenland. Nah, di perbatasan Archenland itulah, dimakamkan White Witch secara tidak hormat oleh para penduduk dunia. Dan setelah itu, memang makam ini jarang dikunjungi oleh orang-orang. Kebanyakan orang pergi kesana untuk mencari wangsit. Tapi aku disana bukan untuk cari wangsit, melainkan karena disana ada rumah makan Sunda terkenal, namanya Narnia Neuyuem. Rumah Makan itu sangat enak loh, sampai raja sendiri suka pergi kesana.
Narnia disini bukan lagi Narnia yang gelap, tapi sudah berubah menjadi dunia yang lebih apik dan makmur. Semua kekerasan yang terjadi disini tidak terlalu ekspilist seperti yang dilakukan oleh orang di dunia ini. Semua kekerasan mereka berating PG-13. Lalu, setelah aku sampai di makam White Witch, aku pergi makan makanan sunda yang terkenal itu. Setelah menikmati lalapan yang lezat (secara yang menyiapkan kelinci yang bisa berbicara) aku tertidur disana sebentar tepatnya di Hotel Marcoserry, hotel ini disewa perkamarnya dihitung per 6 jam, akupun menginap disitu sampai malam.
Setelah malam tiba, aku pergi ke Narnia Utara, Narnia Utara kini dihuni oleh raksasa yang berintelegensi tinggi. Mereka tidak lagi memakan manusia atau Binatang Yang Bisa Berbicara, tetapi mereka memakan makhluk-makhluk jahat yang tersisa di dunia itu. Karena sudah disihir oleh Doraemon, jadilah makhluk-makhluk itu menjadi makanan lezat Yummm !!!! Rasanya bermacam-macam, ada Barbeque, Sapi Panggang, dan yang paling enak adalah Rusa Bumbu Descent (bumbu yang diciptakan di gua, seperti nama judul film yang disutradarai oleh makhluk setengah manusia setengah faun, Neil Marshall). Bumbu tersebut diciptakan dari goohey bush yang bewarna biru, namun setelah diasapi dan dipanggang dengan bumbu rempah, jadilah cairan kental yang rasanya sangat enak. Rusa Bumbu Descent, adalah kuliner yang nikmat sekali, dan terkenal di wilayah Narnia Selatan - Archenland ini. Rusa Bumbu Descent berharga bila dikurs setara dengan 390.000 rupiah perkilonya. Jika anda menginginkan Rusa Bumbu Descent dengan goohey bush bertitel Quality Color, anda harus menunggu hingga bulan Januari datang. Dan di bulan itu harganya bisa melonjak menjadi Rp 467.000. Harga tersebut, meskipun mahal masih menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Setelah berpuas dengan kuliner nikmat di Narnia Selatan, aku mengendarai Horse Express ke ibukota Narnia, dimana di kota itu terdapat istana paling mahsyur sedunia, Cair Paravel ! Istana ini dibagi menjadi dua bagian, satu bagian untuk tempat tinggal pemimpin Narnia, dan satu bagian lagi untuk para pengunjung. Bagian istana yang ditempati para pengunjung sengaja didesain agar tampak sebagai jalur mini. Jalur tersebut ditempatkan koleksi peninggalan dari para petinggi Narnia. Banyak karya visual seperti lukisan dan patung, serta karya musik seperti The Complete Songs by the Demon. Lagu-lagu ciptaan Narnia Utara ini merupakan segmentasi dari perjalanan Lord Eustace dan Lady Jill oleh para raksasa. Di bagian paling atas, yaitu menara barat laut Cair Paravel, terdapat sebuah jendela dan beranda besar yang sangat cocok apabila dugunakan untuk melihat matahari terbenam. Benar-benar mengagumkan ! Namun bila ingin menyaksikan pemandangan tersebut, anda harus merogoh kantung cukup mahal, yaitu (bila dikurs) sebesar US $ 60. Namun pemandangan tersebut sangat memuaskan, apalagi bila beruntung, bisa melihat atraksi para duyung di tepi lautan, berbeda dengan para duyung jahat (yang bisa kau temukan kisahnya dalam detail perjalanan Eustace, Voyage of the Dawn Treader), duyung-duyung disini sangat bersahabat. Setelah menyaksikan atraksi atau sunset view, akan diundi siapakah orang beruntung hari itu yang bisa menyaksikan pemandangan Narnia lewat teropong di atas menara. Teropong yang digunakan adalah teropong yang sama yang digunakan Pangeran Caspian untuk meneliti alam semesta.
Malam sudah beranjak ke tengahnya. Pilihan untuk pengunjung berkantung medium, bisa disarankan untuk menginap di Hotel Cair Paravelous 2. Cair Paravelous merupakan hotel yang berada di sekitar istana Cair Paravel. Perusahaan Hotel yang terdiri dari 4 hotel besar itu mempunyai beberapa bagian seperti Cair Paravelous Platinum, 2, 3, dan Short Accomodation. Semakin naik kelasnya, maka semakin mahal dan eksklusif pula pelayanan yang diberikan. Namun, bila yang ingin menempati hunian berharga standar, bisa memilih Paravelous 2. Cair Paravelous 2 cukup murah untuk ukuran keluarga, terdiri dari 3 king size bed yang empuk dan terbuat dari bulu angsa. Bulu Angsa itu nyaman dan sangat enak untuk ditiduri.
Hari kedua, aku pergi ke sebuah tempat yang berada di Barat. Nama bagian daerah Barat itu jarang diketahui selain rawa-rawa. Namun, setelah diadakan eksplorasi, ditemukan sebuah daerah yang sangat indah, daerah itu dimiliki Narnia dan dijadikan daerah untuk wisatawan. Banyak sekali potret-potret alam, seperti Gunung Fadgfills yang setinggi Lima Ribu Meter (gunung ini bukan konsumsi silk tour atau car tour) gunung ini digunakan untuk para pendaki gunung. Untuk mendaki gunung ini, mempunyai syarat seperti harus bertinggi 180/78.
Pada hari kedua, aku berhasil menemukan sebuah batu yang unik, batu yang diyakini membawa keberuntungan bagi orang yang menemukannya. Yaitu batu Ellrs ! Batu Ellrs sering digunakan oleh Para Hewan-Hewan Baik untuk mengusir makhluk jahat dari rumah mereka pada zaman Narnia kuno. Batu Ellrs hanya mempunyai satu tambang, yaitu di Kroldvzak, sebuah kota kecil di selatan, lebih selatan, lebih selatan dari ujung dunia. Tambang Kroldvzak setiap abadnya memuntahkan sebagian Batu Ellrs dari kotanya dalam jumlah kecil ke penjuru dunia, dilansir setiap pecahan yang terlempar, paling banyak hanya 4 batu yang bisa masuk ke daratan, dan hanya 1 batu yang tidak bisa ditemukan. Batu Ellrs aku bawa ke hotel, aku memandangi Batu tersebut, dan berharap kalau hal tersebut benar.
Hari ketiga, saatnya aku pulang, namun sepertinya Narnia memang menawarkan sejuta pengalaman berbeda ! Saat aku beranjak naik Horse Express ke Calubion Interworld Station, aku tidak sengaja menangkap sebuah bunga...Lima Semanggi ! Lima Semanggi itu adalah tumbuhan seperti semanggi namun berdaun lima, serta bunganya berkelopak lima dan masing-masing berwarna emas kehijauan, katanya bunga itu mampu memberikan kesegaran jasmani dan rohani pada wilayah tempat ia ditempatkan selama 2000 tahun, aku menangkap buket bunga itu saat sedang melewati Cross Mount dan Harchellof Cliff. Buket bunga itu diikat dengan kain putih yang rumit simpulnya, namun sangat indah dan terbuat dari katun, satin, dan sutera. Sambil memeluk batu Ellrs dan buket bunga Lima Semanggi, aku beranjak turun ke Calubion Interworld Station. Di peron 321 (peron terujung dan terjarang disinggahi wisatawan), sebuah celah yang tidak sinkron dengan pemandangan stasiun aku lihat. Lalu aku memasuki celah tersebut, dan terjatuh ke rerumputan berbau mint. Ya, aku sudah tiba kembali ke Bumi. Ajaibnya, aku masih memeluk buket bunga Lima Semanggi dan Batu Ellrs. Bunga Lima Semanggi semerbak terus menerus hingga malam.
Aku menghirup kesegaran tersebut sambil membaca buku Narnia yang ditulis oleh seorang peneliti dunia lain, C.S Lewis. C.S Lewis setidaknya sudah melihat proses bekembangnya Narnia berkali-kali, sangat sedikit orang yang tahu bahwa ia dan sahabatnya Pauline Baynes, telah menyaksikan Narnia secara asli, begitupun keluarga Pevensie, dan aku, serta berpuluh orang lain, kami beruntung telah menyaksikan Narnia secara dekat. Dan akupun menutup malam diterangi rembulan dengan menulis tulisan ini. Tulisan ini kukirim ke blog kelasku.
Senangnya bisa ke Narnia ! Aku harap kalian bisa berkesempatan pergi ke Dunia ini ya !
N.B : Semuanya lebih dekat dari yang kausangka....